Sabtu, 31 Mei 2008

anak-anak

dari kecil hingga besar,
dari kurus hingga bantet,
dari kuntet hingga berkaki-panjang,
.
.
.
dari naif hingga takterkendali,
dari nangis hingga terbahak-bahak,
.
.
dari muda hingga tua,
.
tapi tetap, bahwa dewasa itu pilihan...

Jumat, 30 Mei 2008

khianat

siapakah gerangan yang membunuh dengan kata-kata? 
.
..
...
....
.....
......
.......
........
.........
..........
...........
............
tiada satu pun yang lain, kecuali aku sendiri!

Kamis, 29 Mei 2008

lelah

mondar-mandir, 
bolak-balik, 
hulu-hilir, 
hilir-mudik, 
mudik-mudak, 
landak-landuk, 
antar-jemput, 
pulang-pergi, 
siang-malam, 
kurang-lebih, 
buka-tutup, 
tarik-ulur, 
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
capek deh...!

Rabu, 28 Mei 2008

kenyang

begah, 
.
.
dengan segala bentuk rupa, 
padat, 
.
cair, 
.
asam, 
asin, 
manis, 
pedas, 
gurih, 
pahit, 
tawar, 
.
panas, 
dingin, 
semua terasa tiada, 
jikalau tanpa kamu yang menemani di sisi hati...

Selasa, 27 Mei 2008

sore itu

di kala matahari tak kunjung terbenam,
pantai tiada jua surutkan benua,
.
.
.
hanya tsunami,
bergelombang besar tidak tertahankan,

mendadak sontak datang tanpa diundang,
bahkan oleh raja udang sekali pun,

lalu bukanlah berujung pulang, 
gempa menjemput seakan melanglang dunia...

Senin, 26 Mei 2008

hanya ingin sendiri

di sini
sekarang

tanpa apa pun
tidak siapa jua

cuma saya...

Minggu, 25 Mei 2008

reruntuh tenggelam

malam begitu kelam,
tanpa bintang juga bulan,
tak sadar terkesampingkan,
dalam bungkam,


lama teredam,
penuh rintih kesakitan,
peluh pun bersimbah ruah,


menyesakkan memang,
sengau ini tak kunjung juga mereda...

Sabtu, 24 Mei 2008

puisi hari ini

aku tuliskan kata 
lalu aku buat nama 
tanpa makna 
.
.
.
.
.
.
.
.
.
itu saja...